indexDerasnya aliran pemikiran seperti ateisme, materialisme, sekularisme, kapitalisme, dan hedonisme telah membuat keimanan dan keislaman ummat Islam semakin rapuh dan menjauh dari nilai-nilai agama.

Melalui diagnosa yang panjang dan dari berbagai penelitian yang ada, dapat disimpulkan bahwa pada zaman sekarang ada tiga penyakit yang sangat fundamental yang sudah lama menyandra dan menghambat ummat Islam untuk menggapai peradaban yang berkemajuan sebagaimana peradaban gemilang yang telah diraih pada beberapa abad yang lalu.

Yang pertama adalah kebodohan. Kebodohan telah menghambat kita untuk maju dan bersaing. Kebodohan tidak hanya menjadikan kita tertinggal dari sebuah peradaban, tetapi juga kebodohan telah menjauhkan kita dari kehidupan islami sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Maka obat satu-satunya yang mujarab atas penyakit ini adalah dengan pendidikan. Dimana pendidikan yang terpadu antara ilmu agama dan sains. Karena jika hanya ilmu agama saja yang dipelajari akan menghasilkan fanatisme, dan jika hanya ilmu sains saja akan menghasilkan skeptisme. Namun jika keduanya digabungkan maka hakikat akan tersingkap.

Yang kedua adalah kemiskinan. Pada zaman sekarang kemiskinan telah merajalela yang disebabkan sistem ekonomi kapitalis dan praktek ribawi yang telah lama mencengkram ummat Islam. Maka satu-satunya obat yang mujarab untuk penyakit kedua ini adalah mempraktekan sistem ekonomi Islam yang berasaskan hukum-hukum al-Quran dan Hadits serta ditegakkannya zakat.

Sedangkan yang ketiga adalah perpecahan dan perselisihan. Sebab paling mendasar  yang menjadikan ummat Islam berselisih dan berpecah belah adalah lemahnya iman. Iman merupakan benteng yang paling kokoh untuk menjaga kesatuan ummat. Karena persaudaraan ummat Islam dibangun atas dasar iman sebagaimana telah disebutkan dalam al-Quran; “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. Oleh karena itu damaikanlah kedua saudaramu (yang sedang berselisih)” (al-Hujurat:10).

Dengan latar belakang masalah tersebut maka pada bulan November 2007 kami mendirikan Yayasan Nur Semesta dengan harapan dapat ikut mengambil andil untuk menjawab ketiga penyakit mendasar di atas. Yayasan Nur Semesta dipelopori oleh beberapa akademisi seperti Prof. Dr. M. Sirozi, Prof. Dr. Andi Faisal Bakti, Dr. Muhbib Abdul Wahab dan Hasbi Sen M, Hum. Di tengah kesibukan aktivitas mereka sebagai dosen, namun tidak membatasi mereka untuk mengabdi pada masyarakat dengan pendirian Yayasan Nur Semesta. Dengan didirikannya Yayasan Nur Semesta, kami berharap dapat mewujudkan masyarakat yang pintar, bersaing dalam ekonomi dan bersatu dalam persaudaraan hakiki demi terciptanya peradaban Islam yang agung dan mulia serta berkemajuan yang senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai agama Islam.

Di antara program Yayasan ini adalah;

1. Diskusi mingguan,
2. Bedah buku dan Seminar.
3. Simposium Internasional,
4. Menerbitkan Brosur, Majalah, Buku saku dan lain-lain.
5. Mengadakan kegiatan sosial,
6. Mengadakan pesantren kilat,
7. Bekerjasama dengan beberapa lembaga pendidikan dan ormas Islam.